Sabtu, 15 Oktober 2011

STRUKTUR HEWAN JARINGAN

STRUKTUR HEWAN DAN MANUSIA

Anatomi manusia atau antropotomi ialah sebuah bidang khusus dalam anatomi yang mempelajari struktur tubuh manusia, sedangkan jaringan dipelajari di histologi dan sel di sitologi.
Tubuh manusia, seperti tubuh hewan, terdiri atas sistem, yang terdiri atas organ-organ, yang terdiri atas jaringan, yang terdiri atas sel.
Lihat sejarah anatomi untuk sejarah anatomi, termasuk anatomi manusia.
Sistem tubuh manusia
• Sistem kardiovaskular: memompa darah ke seluruh tubuh
• Sistem pencernaan: pemrosesan makanan yang terjadi di dalam mulut, perut, dan usus
• Sistem endokrin: komunikasi dalam tubuh dengan hormon
• Sistem kekebalan: mempertahankan tubuh dari serangan benda yang menyebabkan penyakit
• Sistem integumen: kulit, rambut
• Sistem limfatik: struktur yang terlibat dalam transfer limfa antara jaringan dan aliran darah
• Sistem otot: menggerakkan tubuh
• Sistem saraf: mengumpulkan, mengirim, dan memproses informasi dalam otak dan saraf
• Sistem reproduksi: organ seks
• Sistem pernafasan: organ yang digunakan bernafas, paru-paru
• Sistem rangka: sokongan dan perlindungan struktural dengan tulang
• Sistem urin: ginjal dan struktur yang dihubungkan dalam produksi dan ekskresi urin
Diagram anatomi manusia
Organ dalam
Nama-nama umum organ dalam (secara alfabetis) :
Adrenalin - Appendiks - Duodenum - Esofagus - Ginjal - Hati - Jantung - Kandung empedu - Kandung kemih - Kulit - Kunci paha - Limpa - Mata - Otak - Ovarium - Pankreas - Paratiroid - Paru-paru - Lambung - Pituitari - Prostat - Rahim - Thymus - Tiroid - Usus - Vena - Zakar
Anatomi otak
Amygdala — Batang otak — Cerebellum — Korteks serebral — Hipotalamus — Sistem limbik — medulla — otak tengah — Kelenjar pituitari — pons
Struktur Manusia (Belajar Memahami Diri Kita)
Sebelum zaman komputer, pemahaman ataupun pengenalan atas stuktur manusia sangatlah tidak mudah dan hanya dapat dipahami oleh sekelompok orang tertentu saja. Akan tetapi di zaman komputer sekarang, pemahaman maupun pengenalan atas struktur manusia walaupun sudah menjadi jauh lebih mudah belum tentu dapat dimengerti oleh semua orang dan sangat tergantung dari pemahaman dan pengenalan atas teknology dan mekanisme kerja komputer tersebut.
Terlepas dari hal tersebut di atas, mari kita lihat penjelasan struktur manusia dari berbagai masa dan kebudayaan sebagai berikut :
Dari sudut pandang agama (monotheis), struktur manusia adalah terdiri dari raga, jiwa dan roh. Di kebudayaan orang barat, manusia terdiri dari body, mind and soul/spirit. Dapat kita bayangkan betapa sulitnya memahami struktur manusia dari kedua sudut pandang tersebut di atas apabila tidak dibekali dengan ilmu pengetahuan yang memadai…
Dizaman canggih sekarang dimana kita sudah mengenal listrik sebagai sumber tenaga dan setelah kita mengenal komputer, pemahaman struktur manusia sebagai syarat utama kita untuk mengenal diri kita sendiri menjadi jauh lebih mudah. Filsuf terkenal dari Yunani pernah berkata : “To know thy self is to know thy God” yang terjemahannya kira kira berbunyi demikian : “Barang siapa yang mengenal dirinya sendiri, maka dialah yang mengenal Tuhan nya”. Bukanlah suatu kebetulan belaka bila pandangan tersebut sama dengan pandangan filsuf lain dari kebudayaan dan agama yang berbeda seperti filsuf Lautze dan filsuf dari agama monotheis (Jahudi, Kristen dan Islam).
Kita mengetahui bahwa struktur komputer terdiri dari hardware/perangkat keras, software/perangkat lunak dan listrik/energi dan sangat mirip dengan struktur manusia yang terdiri dari raga (hardware), jiwa (software) dan roh (listrik). Sebuah komputer akan berfungsi dengan baik apabila ada hardware yang baik dan ada software yang baik beserta ada listrik dalam sebuah kesatuan yang tidak terpisahkan yaitu tritunggal/trinity.
Manusia sakit (raga) ibarat hardware komputer rusak, kita bawa ke dokter dan minum obat agar menjadi sembuh. Bila manusia sakit (jiwa) ibarat komputer yang kena virus software, maka kita bawa ke dokter jiwa/pendeta/ustad/dukun/biksu/paranormal dan lain lain. Manusia dikatakan mati ibarat seperti komputer yang terputus aliran listriknya.
Sekarang kita sudah mengetahui sekelumit mengenai struktur manusia, bagaimana pula dengan struktur binatang dan tumbuh tumbuhan sesama ciptaan Tuhan? Jawabannya mudah, struktur binatang dan tumbuh tumbuhan ibarat komputer yang dijalankan tanpa software. Jadi seperti apakah komputer yang dijalankan tanpa software tersebut? Komputer yang di jalankan tanpa software antara lain : televisi, kalkulator, radio, mobil tenaga listrik dan lain lain. Oleh karena itu, manusia dikatakan lebih unggul dari binatang dan tumbuh tumbuhan karena di dalam diri manusia terdapat tritunggal, sedangkan binatang dan tumbuh tumbuhan hanya memiliki raga dan roh saja. Binatang dan tumbuh tumbuhan tidak memiliki salah satu unsur dari struktur tritunggal yaitu tidak memiliki jiwa…
Dengan demikian, bagaimana pula padanan agama dalam konteks di atas? Agama sebagaimana yang kita pahami secara terbatas adalah sebuah pedoman hidup, pedoman moral, dan aturan tentang mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Dengan demikian padanannya dalam hal ini adalah perangkat lunak/software utama yaitu operating system (O/S) dengan berbagai nama dan versinya.
Apabila demikian adanya, apakah manusia sejajar dengan komputer dan binatang/tumbuhan sejajarkan dengan tv, radio dan lain? Jawapannya adalah tidak! (Lantas apa yang membuat mereka berbeda dalam hal struktur?)
Perbedaan manusia dengan komputer dalam hal struktur adalah manusia memiliki inteligensia/kecerdasan dalam bentuk IQ, EQ dan SQ atau Cipta, Rasa dan Karsa sehingga membuat derajat manusia menjadi lebih tinggi dari ciptaan yang lain. Sebagai contoh dari perbedaan adanya kecerdasan : Sarang burung ataupun sarang tawon, dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah bentuk dan bahannya. Sedangkan rumah manusia, tidak pernah tidak berubah dari masa ke masa…
Walaupun komputer tidak sama derajatnya dengan manusia, akan tetapi dalam hal struktur, sampai sejauh ini adalah yang paling mendekati struktur manusia. Oleh karena itu, untuk menegenal dan memahami seorang manusia, kita perlu terlebih dahulu mengenal dan memahami karyanya (contoh: komputer) yang merupakan hasil dari Cipta, Rasa dan Karsa manusia tersebut.
Sama halnya apabila kita ingin lebih mengenal Tuhan kita, maka cara yang lebih mudah adalah dengan memulai mengenali diri kita sendiri yang tidak lain dan tidak bukan adalah hasil dari Cipta, Rasa dan Karsa Nya.





STRUKTUR HEWAN

Tubuh hewan multiseluller pada umumnya sudah memiliki organisasi tubuh, yang terdiri atas jaringan, organ, sistem organ.
Jaringan tersusun atas beberapa sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama. Organ merupakan kumpulan berbagai jaringan (tidak selalu sama) yang bersatu membentuk suatu material struktural dan fungsional tertentu. Sistem organ adalah kelompok berbagai organ yang saling berinteraksi dan bekerja sama membentuk sebuah fungsi yang kompleks untuk kehidupan makhluk hidup.
Sel - jaringan - organ - sistem organ - organisme.
A. Jaringan
Jaringan pembentuk organ manusia atau vertebrata terdiri dari 4 kelompok, yaitu :
1. Jaringan Epithelium
Merupakan jaringan penutupi atau melapisi permukaan tubuh organisme, baik lapisan luar atau lapisan dalam (endotelium).
Fungsi :
- absorpsi, sebagai alat penyerapan, ditemukan pada usus halus
- sekresi, sebagai alat penghasil zat atau cairan yang bermanfaat, ditemukan pada kelenjar buntu
- transport, sebagai alat pengangkutan, ditemukan pada pembuluh darah dan tubula ginjal
- ekskresi, sebagai alat pembuangan sisa metabolisame  ditemukan pada kelenjar keringat
- proteksi, sebagai alat perlindungan, ditemukan pada kulit
- sensori, sebagai alat penerima rangsang, ditemukan pada alat indera
Berdasarkan fungsinya epitelium dibedakan menjadi 3, yaitu epitelium proteksi, epitelium kelenjar dan epitelium sensori.
Kelenjar ada 2 macam, yauti :
a. kelenjar eksokrin : kelenjar yang hasil sekresinya dialirkan melalui saluran. Misal kelenjar keringat dan kelenjar minyak.
b. kelenjar endokrin : kelenjar yang hasil sekresinya tidak dialirkan melalui saluran tetapi langsung ke dalam darah. Misal kelenjar hipofisis, adrenal dan hormon

Bedasarkan bentuk dan susunan sel, epitelium dibedakan :
- Epitelium pipih selapis : terdiri atas satu lapis sel berbetuk pipih. Pada peritoneum, pembuluh darah, pembeluh limphe, alveolus, kapsula glomereus.
- Epitelium pipih berlapis banyak : terdiri atas banyak lapis sel dan lapisan terluarnya berbentuk pipih. Pada epidermis, rongga mulut, oesofagus, vagina dan rongga hidung.
- Epitelium kubus selapis : terdiri atas satu lapis sel berbentuk kubus. Pada nefron, ovarium, lensa mata.
- Epitelium kubus berlapis banyak : terdiri banyak lapis sel dan lapisan terluar selnya berbentuk kubus. Pada saluran kelenjar minyak dan keringat.
- Epitelium silindris selapis : terdiri atas satu lapis sel berbentuk silindris. Pada lambung, usus, rahim.
- Epitelium silindris berlapis banyak : terdiri atas banyak lapis sel dan lapisan terluar selnya berbentuk silindris. Pada uretra, faring, laring, saluran kelenjar susu, saluran kelenjar ludah.
- Epitelium silindris berlapis banyak semu (silindris bersilia) : terdiri atas banyak lapis namun tidak terlihat dengan jelas dan lapisan terluar selnya berbentuk silindris bersilia. Pada bronkus, trakea, rongga hidung.
- Epitelium transisional : epitel berlapis yang sel-selnya tidak dapat dapat digolongkan berdasarkan bentuknya, bila jaringannya mengembung bentuknya berubah. Pada kandung kemih, uretra.

2. Jaringan Pengikat (ikat)
a. Jaringan lemak (serabut longgar)
Bentuk longgar, tersusun dari sel lemak, berbentuk poligonal/bulat, dinding sel tipis, sel kaya rongga sel yang berisi tetes minyak.Terdapat di bawah lapisan bawah kulit, sekitrar ginjal, bantalan/lapisan sendi, sumsum tulang panjang.Fungsi untuk menyimpan lemak, cadangan makanan, bantalan, proteksi dan isolasi terhadap panas.
b. Jaringan pengikat longgar (gembur)
Susunan sel panjang, matriks mengandung serabut kolagen dan elastis.Fungsi membungkus organ-organ, pembuluh darah dan syaraf.
c. Jaringan pengikat serabut padat (liat)
Disebut jaringa ikat serabut putih karena terbuat dari kolagen yang berwarna putih, bersifat fleksibel tapi tidak elastis.Terdapat pada fasia, ligamen, selaput urat dan tendon.Fungsi menghubungkan berbagai organ tubuh, misal tulang dengan tulang, otot pada tulang (tendon).
d. Jaringan tulang
 Jaringan tulang sejati (osteon)
Terdiri atas sel tulang (osteosit) yang tersimpan dalam matriks yang terdiri atas zat perekat kolagen dan endapan kalsium karbonat (CaCo3) dan kalsium fosphat (Ca3(PO4)2). Proses meningkatnya kadar kapur sehingga tulang menjadi keras disebut kalsifikasi/ osifikasi. Sel pembentuk jaringan tulang disebut osteoblast.
Setiap satuan sel tulang mengelilingi pembuluh darah, limpha dan syaraf membentuk sistem havers.

 Berdasarkan susunan matriks jaringan tulang dibedakan :
- jaringan tulang spon (karang), bila matriknya berongga
- jaringan tulang keras (kompak), bila matriksnya rapat atau keras
 Fungsi tulang :
- penyusun rangka
- tempat melekatnya otot
- melindungi bagian tubuh yang lemah
- sebagai alat gerak pasif
- tempat pembentukan sel darah merah
- Jaringan tulang rawan (kartilago)
 Terdiri atas sel tulang rawan dan matriks mengandung zat kondrin, bersifat elastis. Pada anak-anak kartilago berasal dari jaringan embrional (mesenkim), sedang pada orang dewasa berasal dari dari selaput tulang rawan (perikondrium) yang banyak mengandung konfroblast (pembentuk sel tulang rawan).
 Ada 3 macam kartilago :
- Tulang rawan hialin (cartilago hialin), matriksnya bening atau transparan, jernih, mengkilap, kebiruan.Terdapat di permukaan sendi, trakea, bronkia.
- Tulang rawan fibrosa (berserabut) atau cartilago fibrosa, matriksnya berwarna gelap dan keruh.Terdapat pada cakram antar ruas tulang belakang, perlekatan ligamen tertentu pada tulang dan persendian tulang pinggang.
- Tulang rawan elastis (cartilago elastin), matriksnya berwarna keruh kekuningan. Terdapat pada daun telinga, epiglotis, pembuluih eustachius, laring.

e. Jaringan darah
 Darah beredar dari jantung dalam pembuluh darah nadi, vena dan kapiler ke seluruh tubuh lalu kembali ke jantung.Darah tersusun atas plasma darah (cairan darah) yang mengandung senyawa organik, senyawa anorganik, serum , air dan sel-sel darah yang terdiri atas :
- Erytrosit (sel darah merah)
- Leucosit (sel darah putih)
- Trombosit (keping darah)


 Fungsi darah :
- mengangkut sari makanan, hormon, gas per-nafasan dan sisa metabolisme
- mencegah infeksi kuman penyakit
- menutup luka
- menjaga stabilitas suhu tubuh
f. Jaringan limphe (getah bening)
 Adalah bagian dari darah yang keluar dari pembuluh darah. Limphe merupakan cairan yang terbentuk dari air, glukosa, lemak dan garam. Komponen selulernya berupa limphosit dan granulosit.
 Fungsi mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, garam mineral dan zat lain dari jaringan ke sistem pembuluh darah.

3. Jaringan Otot
Merupakan jaringan yang tersusun atas sel otot yang bertugas menggerakan berbagai bagian tubuh, karena memiliki kemampuan berkonteraksi. Kemampuan kontraksi disebabkan adanya protein otot yang disebut aktomiosin pada setiap miofibril.
Macam-macam otot :
a. Otot polos
- sel polos tidak bergarin-garis
- inti sel berjumlah satu dan terletak di tengah
- kerjanya tidak dipengaruhi kesadaran (otak)
- reaksi terhadap rangsang lambat
- bentuk sel seperti kumparan
- kerja teratur, lambat dan tahan lama
- fungsi menggerakan alat-alat dalam
b. Otot lurik/ rangka/ seran lintang
- sel berserabut dan bergaris-garis
- inti sel berjumlah banyak dan terletak di tepi
- kerjanya dipengaruhi kesadaran
- reaksi terhadap rangasang cepat
- bentuk sel silindris
- kerja tidak teratur, cepat dan tidak tahan lama
- fungsi menggerakan rangka
c. Otot jantung
- sel berserabut, bercabang dan bergaris-garis
- inti sel berjumlah satu dan terletak di tengah
- kerja tidak dipengaruhi kehendak kesadaran
- reaksi terhadap rangsang lambat
- bentuk sel silindris bercabang-cabang
- kerja teratur dan tahan lama
- fungsi kontraksi otot jantung
Berdasar syaraf yang mempengaruhinya, otot lurik termasuk otot sadar sehingga disebut otot volunter, sedang otot polos dan otot jantung termasuk otot tak sadar sehingga disebut otot involunter. Pada otot jantung hubungan antara cabang yang satu dengan yang lain di sebut sinsitium.

4. Jaringan Syaraf
Jaringan berfungsi untuk mengatur dan mengkoordinasi segala aktivitas tubuh. Jaringan ini dibentuk oleh sel-sel syaraf yang disebut neuron.
Neuron dibedakan atas :
- dendrit : penjuluran keluar dari badan sel yang berfungsi membawa rangsangan ke badan sel.
- badan sel : bagian sel syaraf yang mengandung inti dengan nukleolus di tangahnya. Badan sel syaraf terletak di pusat syaraf dan ganglion (kumpulan badan sel syaraf). Ganglion terletak di tempat-tempat tertentu seperti di kiri kanan sumsum tulang belakang.
- neurit (akson) : penjuluran panjang dari badan sel yang berfungsi membawa rangsangan dari badan sel ke neuron lain.

Neurit memiliki selubung, yaitu :
- selubung mielin : selubung terdalam yang langsung membungkus neurit dan terdiri atas fosfolipid. Selubung ini berfungsi sebagai isolator dan juga berperan sebagai nutritif terhadap neurit.
- selubung neurilema (schwan) : terdiri dari sel schwan yang menghasilkan mielin. Neurilema berfungsi dalam regenerasi neurit dan dendrit yang rusak.
- Antara neuron satu dengan neuron yang lain saling berhubungan. Tempat hubungannya disebut sinapsis.


B. Organ
Organ terbentuk dari beberapa jaringan yang saling bekerjasama melaksanakan fungsi tertentu, misal organ usus terdiri dari 4 jaringan, yaitu :
- jaringan epitelium : tempat penyerapan sari makanan dan menghasilkan lendir.
- jaringan otot : menghasilkan gerakan peristaltik (meremas)
- jaringan ikat (pembuluh darah) : mengangkut sari makanan.
- jaringan syaraf : mengkoordinasi kerja jaringan epitel, jaringan otot dan jaringan ikat.

Berdasarkan letaknya organ dibedakan menjadi :
- organ luar : tangan, kaki, hidung, mulut, telinga dll
- organ dalam : jantung, paru-paru, ginjal, pankreas, hati

C. Sistem Organ
Sistem organ tersusun dari beberapa organ yang bekerja sama untuk melaksanakan fungsi tubuh tertentu.
- sistem sirkulasi (peredaran darah) : tersusun atas organ jantung, pembuluh darah, darah.
- Sistem respirasi (pernafasan) : tersusun atas organ hidung, tenggorokan, paru-paru.
- Sistem pencernaan : tersusun atas organ mulut, faring, ternggorokan, lambung, usus, pankreas, hati.
- Sistem ekskresi (pengeluran) : tersusun atas organ ginjal, ureter, kantong kemih, uretra.
- Sistem koordinasi (syaraf) : tersusun atas organ otak, syaraf, simpul syaraf.
- Sistem otot (gerak) : tersusun atas organ tulang, otot, syaraf.
- Sistem reproduksi (perkembangiakan) : tersusun atas organ kelamin jantan, kelamin betina.
- Sistem endokrin : tersusun atas kelenjar buntu (tidak mempunyai saluran), pituari, tiroid, paratiroid, pankreas, adrenal, kelenjar kelamin,
- Sistem rangka : tersusun atas tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk dan dada, tulang bahu, tulang pinggul, tulang anggota bagian atas dan bawah.
Anatomi (berasal dari bahasa Yunani - νατομία anatomia, dari - νατέμνειν anatemnein, yang berarti memotong) adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Terdapat juga anatomi hewan atau zootomi dan anatomi tumbuhan atau fitotomi. Beberapa cabang ilmu anatomi adalah anatomi perbandingan, histologi, dan anatomi manusia.
 Anatomi hewan
Anatomi hewan juga disebut sebagai anatomi perbandingan atau morfologi hewan jika mempelajari struktur berbagai hewan, dan disebut anatomi khusus jika hanya mempelajari satu jenis hewan saja.
 Anatomi manusia
Dilihat dari sudut kegunaan, bagian paling penting dari anatomi khusus adalah yang mempelajari tentang manusia dengan berbagai macam pendekatan yang berbeda. Dari sudut medis, anatomi terdiri dari berbagai pengetahuan tentang bentuk, letak, ukuran, dan hubungan berbagai struktur dari tubuh manusia sehat sehingga sering disebut sebagai anatomi deskriptif atau topografis. Kerumitan tubuh manusia menyebabkan hanya ada sedikit ahli anatomi manusia profesional yang benar-benar menguasai bidang ilmu ini; sebagian besar memiliki spesialisasi di bagian tertentu seperti otak atau bagian dalam.
Anatomi topografi harus dipelajari dengan pembedahan dan pemeriksaan berulang kali pada tubuh manusia yang telah meninggal (kadaver) Anatomi bukan sekedar ilmu biasa, namun harus benar-benar mempunyai keakuratan yang tinggi karena dapat digunakan dalam situasi yang darurat. Patologi anatomi adalah ilmu mengenai organ yang memiliki kelainan dan dalam keadaan sakit. Ilmu ini diterapkan untuk berbagai tujuan seperti bedah dan ginekologi.

Anatomi
Sistem utama
Sistem sirkulasi • Sistem pencernaan • Sistem endokrin • Sistem ekskresi • Sistem imun • Sistem integumen • Sistem limfatik • Sistem otot • Sistem saraf • Sistem reproduksi • Sistem pernafasan • Sistem skeletal
Organ
Anus • Diafragma • Faring • Ginjal • Hati • Hidung • Jantung • Kelenjar adrenal • Kelenjar prostat • Kelenjar tiroid • Kulit • Lambung • Laring • Lidah • Limpa • Mata • Otot • Ovarium • Pankreas • Paru-paru • Payudara • Penis • Plasenta • Rahim • Rektum • Telinga • Testis • Umbai cacing • Usus besar • Usus halus • Vagina • Vulva • Vesikula seminalis
Tulang
Tulang selangka (clavicula) • Tulang paha (femur) • Tulang lengan atas (humerus) • Tulang rahang (mandibula) • Tulang lutut (patella) • Tulang pengumpil (radius) • Tengkorak (cranium) • Tulang kering (tibia) • Tulang hasta (ulna) • Tulang rusuk (costae) • Tulang punggung (vertebra) • Tulang pinggul (pelvis) • Tulang dada (sternum)
Jaringan
Jaringan penyambung • Jaringan otot • Jaringan epitel • Jaringan saraf • Kelenjar
Kelenjar
Kelenjar payudara • Kelenjar liur • Kelenjar tiroid • Kelenjar paratiroid • Kelenjar adrenal • Kelenjar pituitari • Kelenjar pineal
Bagian tubuh
Badan • Bokong • Dada • Gigi • Kemaluan • Kepala • Rambut • Kulit • Leher • Lidah • Mata • Mulut • Bibir • Punggung • Sendi • Telinga • Tungkai • Ubun-ubun • Wajah • Sikut • Tumit • Pergelangan tangan • Pergelangan kaki
Rambut
Rambut kepala • Rambut kaki • Rambut tangan • Bulu mata • Rambut kemaluan • Rambut ketiak • Jenggot • Kumis • Alis • Rambut badan
Istilah lainnya
Arteri • Diafragma • Peritoneum • Saraf • Vena

Posisi anatomi
Semua deskripsi anatomis disesuaikan dengan standar posisi anatomi. hal ini dibuat agar tidak terjadi kesalahpahaman arti dari masing-masing pendapat.
Syarat posisi anatomi:
• Berdiri dengan tegak, dengan kepala, kedua mata, dan jari kaki menghadap ke depan.
• Kedua tangan di sisi tubuh dengan telapak tangan terbuka ke depan.
• Kedua kaki merapat dan mengarah ke depan.
Bidang anatomi
Bidang anatomi adalah bidang yang melalui tubuh dalam posisi anatomi:
• Bidang median: bidang yang membagi tepat tubuh menjadi bagian kanan dan kiri.
• Bidang sagital: bidang yang membagi tubuh menjadi dua bagian dari titik tertentu (tidak membagi tepat dua bagian). Bidang ini sejajar dengan bidang median.
• Bidang horizontal: bidang yang terletak melintang melalui tubuh (bidang X-Y). Bidang ini membagi tubuh menjadi bagian atas (superior) dan bawah (inferior).
• Bidang koronal: bidang vertikal yang melalui tubuh, letaknya tegak lurus terhadap bidang median atau sagital. membagi tubuh menjadi bagian depan (frontal) dan belakang (dorsal).
Istilah untuk perbandingan
Arah dan bidang anatomi pada seekor kanguru
• Superior(=atas) atau kranial: lebih dekat pada kepala.
Contoh: Mulut terletak superior terhadap dagu.
• Inferior(=bawah) atau kaudal: lebih dekat pada kaki.
Contoh: Pusar terletak inferior terhadap payudara.
• Anterior(=depan): lebih dekat ke depan.
Contoh: Lambung terletak anterior terhadap limpa.
• Posterior(=belakang): lebih dekat ke belakang.
Contoh: Jatung terletak posterior terhadap tulang rusuk.
• Superfisial: lebih dekat ke/di permukaan.
Contoh: Otot kaki terletak superfisial dari tulangnya.
• Profunda: lebih jauh dari permukaan.
Contoh: Tulang hasta dan pengumpil terletak lebih profunda dari otot lengan bawah.
• Medial(=dalam)): lebih dekat ke bidang median.
Contoh: Jari manis terletak medial terhadap jari jempol.
• Lateral(=luar): menjauhi bidang median.
Contoh: Telinga terletak lateral terhadap mata.
• Proksimal(=atas): lebih dekat dengan batang tubuh atau pangkal.
Contoh: Siku terletak proksimal terhadap telapak tangan.
• Distal(=bawah): lebih jauh dari batang tubuh atau pangkal.
Contoh: Pergelangan tangan terletak distal terhadap siku.

JARINGAN SARAF
Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Tiap neuron/sel saraf terdiri atas badan sel saraf, cabang dendrit dan cabang akson, cabang-cabang inilah yang menghubungkan tiap-tiap sel saraf sehingga membentuk jaringan saraf.

Terdapat 3 macam sel saraf
1. Sel Saraf Sensorik
Berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan) ke sumsum tulang belakang.
2. Sel Saraf Motorik
Berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke efektor.
3. Sel Saraf Penghubung
Merupakan penghubung sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lain.
Sel saraf mempunyai kemampuan iritabilitas dan konduktivitas.
Iritabilitas artinya kemampuan sel saraf untuk bereaksi terhadap perubahan lingkungan. Konduktivitas artinya kemampuan sel saraf untuk membawa impuls-impuls saraf.
JARINGAN PENGUAT
Jaringan penguat disebut juga jaringan penyokong atau jaringan penunjang. Yang termasuk jaringan penguat adalah :
1. Jaringan Ikat
Jaringan ikat terdiri dari serabut, sel-sel dan cairan ekstra seluler. Cairan ekstra seluler dan serabut disebut matriks.
Fungsi jaringan ikat adalah mengikat atau mempersatukan jaringan-jaringan menjadi organ dan berbagai organ menjadi sistem organ, menjadi selubung organ dan melindungi jaringan atau organ tubuh.
Berdasarkan struktur dan fungsinya jaringan ikat dibedakan menjadi dua:
a. Jaringan ikat longgar
Ciri-ciri : sel-selnya jarang dan sebagian jaringannya tersusun atas matriks yang mengandung serabut kolagen dan serabut elastis. Jaringan ikat longgar terdapat di sekitar organ-organ, pembuluh darah dan saraf. Fungsinya untuk membungkus organ-organ tubuh, pembuluh darah dan saraf.
b. Jaringan ikat padat
Nama lainnya jaringan ikat serabut putih, karena terbuat dari serabut kolagen yang berwarna putih. Jaringan ini terdapat pada selaput urat, selaput pembungkus otot, fasia, ligamen dan tendon.
Fasia adalah jaringan ikat berbentuk lembaran yang menyelimuti otot.
Ligamen adalah jaringan ikat yang berperan sebagai penghubung antar tulang.
Tendon adalah ujung otot yang melekat pada tulang. Fungsinya untuk menghubungkan berbagai organ tubuh seperti otot dengan tulang-tulang, tulang dengan tulang, juga memberikan perlindungan terhadap organ tubuh.
2. Jaringan Tulang Rawan (Kartilago)
Jaringan tulang rawan pada anak-anak berasal dari jaringan embrional yang disebut mesenkim, pada orang dewasa berasal dari selaput tulang rawan atau perikondrium yang banyak mengandung kondroblas atau pembentuk sel-sel tulang rawan. Fungsinya untuk menyokong kerangka tubuh.

Ada 3 macam jaringan tulang rawan :
a . Kartilago hialin
Matriksnya bening kebiruan. Terdapat pada permukaan tulang sendi, cincin tulang rawan pada batang tenggorok dan cabang batang tenggorok, ujung tulang rusuk yang melekat pada tulang dada dan pada ujung tulang panjang.
Kartilago hialin merupakan bagian terbesar dari kerangka embrio juga membantu pergerakan persendian, menguatkan saluran pernafasan, memberi kemungkinan pertumbuhan memanjang tulang pipa dan memberi kemungkinan tulang rusuk bergerak saat bernafas.
b. Kartilago fibrosa
Matriksnya berwarna gelap dan keruh. Jaringan ini terdapat pada perekatan ligamen-ligamen tertentu pada tulang, persendian tulang pinggang, pada calmam antar ruas tulang belakang dan pada pertautan antar tulang kemaluan kiri dan kanan. Fungsi utama untuk memberikan proteksi dan penyokong.
c. Kartilago elastik
Matriksnya berwarna keruh kekuning-kuningan. Jaringan ini terdapat pada dawn telinga, epiglottis, pembuluh eustakius dan laring.

3. J aringan Tulang
Jaringan tulang terdiri dari sel-sel tulang atau osteon yang tersimpan di dalam matriks, matriksnya terdiri dari zat perekat kolagen dan endapan garam-garam mineral terutama garam kalsium (kapur). Tulang merupakan komponen utama dari kerangka tubuh dan berperan untuk melindungi alat-alat tubuh dan tempat melekatnya otot kerangka.
Tulang dapat dibagi menjadi 2 macam :
a. Tulang keras, bila matriks tulang rapat dan padat.
Contoh : tulang pipa.
b. Tulang spons, bila matriksnya berongga.
Contoh : tulang pendek.

4. Jaringan Darah
Jaringan darah merupakan jaringan penyokong khusus, karena berupa cairan.




Bagian-bagian dari jaringan darah adalah :
a. Sel darah
Dibagi menjadi sel darah merah (eritrosit) berfungsi untuk mengangkut
Oksigen dan sel darah putih (lekosit) berfungsi untuk melawan benda-benda
Asing yang masuk ke dalam tubuh.
b. Keping-keping darah (trombosit)
Berfungsi dalam proses pembekuan darah
c. Plasma darah
Komponen terbesar adalah air, berperan mengangkut sari makanan, hormon,
zat sisa hasil metabolisms, antibodi dan lain-lain.

5. Jaringan Limfe/Getah Bening
Asal jaringan limfe adalah bagian dari darah yang keluar dari pembuluh darah, komponen terbesarnya adalah air dimana terlarut zat-zat antara lain glukosa, garam-garam, asam lemak. Komponen selulernya adalah limfosit.
Jaringan limfe menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh limfe. Fungsi jaringan limfe selain untuk kekebalan tubuh (adanya limfosit) juga untuk mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, garam mineral dan zat-zat lain dari jaringan ke sistem pembuluh darah.

JARINGAN LEMAK
Nama lainnya adalah jaringan adiposa, jaringan ini terdapat di seluruh tubuh. Fungsinya untuk menyimpan lemak untuk cadangan makanan, dan mencegah hilangnya panas secara berlebihan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

tinggalkan Pesan/komentar anda..!!